Showing posts with label Aqidah. Show all posts
Showing posts with label Aqidah. Show all posts

23 July 2008

Syahadatain yang dimaksud adalah syahadat tauhid iaitu persaksian bahawa tiada tuhan selain Allah, dan syahadat risalah iaitu persaksian bahawa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.


Persaksiannya tentang tuhan menuntutnya untuk menghambakan (menyembah) tuhan itu. Allah telah mencipta dan menjadikan kita sebagai makhluk yang paling tehormat dan tidak menghendaki jika manusia menghamba kepada sesame makhluk. Dan demi menjaga kehormatan dan penghormatan tersebut, Allah menurunkan petunjuk dan mengutuskan Rasul untuk membimbing manusia untuk menemui dan mengenali Tuhan yang sebenar sehingga manusia tidak menuhankan selain-Nya.



Kalau sahabat-sahabat mengimbau sirah Rasulullah dan sahabat, kita akan dapat menyaksikan bertapa hebatnyan generasi syahadatain, yang berani menyatakan ‘tidak’ ketika semua orang bertekuk lutut dibawah penindasan,kezaliman jahiliyyah dan penyembahan kepada batu-bata dan kayu-kayan mati. Generasi yang dibesarkan Allah dengan syahadatain, menentang kezaliman dengan penuh keberanian berdasarkan tauhidullah dan memperlakukan dunia dengan santunan meneladani Rasulullah. Sebagai contoh, Bilal bin Rabah, sanggup diseksa demi mempertahankan imannya. Walau diseksa dengan teruk, tetapi bibirnya sentiasa menyebut “Ahad! Ahad! Ahad!”. Subhanallah, beginilah hasilnya bila mana seseorang itu beriman dengan penuh keyakinan dan kefahaman.
“ Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”
( Surah Muhammad 47: ayat 19)
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
(surah Ali-imran 3: ayat 19)
Sa’id Hawwa pernah menyebut apa itu syahadatain dan bagaimana syahdatain itu adalah Al-Ushuul Ats-Tsalaatsah iaitu Allah, Ar-Rasul dan Al-Islam. Dengan memahami ketiga-tiga asas ini, seseorang muslim itu akan memiliki gambaran(tasawwur) yang jelas tentang agamanya sehingga dapat mengimplementasikan dalam kehidupan yang nyata.

p/s: sahabat-sahabat, tuntutan dari syahadah adalah menegakkannya dalam setiap induvidu muslim dan seterusnya pada segenap kehidupan kita. Justeru, kita perlu mengajak sahabat-sahabat kita yang lain supaya kembali mengenal Tuhan yang sebenar dan tidak menghambakan selainNya. Kita dah takdak masa dah, nak tunggu kita habis belajar, kita perlu siapkan diri dan dalam masa yang sama kita ajak kawan-kawan kita. Insyaallah, semoga kita terus diberi taufiq oleh Allah SWT. Ameen..



rujukan: Buku Syarah Rasmul Bayan Tarbiyah



Wednesday, July 23, 2008 Ummu Umar
Syahadatain yang dimaksud adalah syahadat tauhid iaitu persaksian bahawa tiada tuhan selain Allah, dan syahadat risalah iaitu persaksian bahawa Nabi Muhammad saw adalah utusan Allah.


Persaksiannya tentang tuhan menuntutnya untuk menghambakan (menyembah) tuhan itu. Allah telah mencipta dan menjadikan kita sebagai makhluk yang paling tehormat dan tidak menghendaki jika manusia menghamba kepada sesame makhluk. Dan demi menjaga kehormatan dan penghormatan tersebut, Allah menurunkan petunjuk dan mengutuskan Rasul untuk membimbing manusia untuk menemui dan mengenali Tuhan yang sebenar sehingga manusia tidak menuhankan selain-Nya.



Kalau sahabat-sahabat mengimbau sirah Rasulullah dan sahabat, kita akan dapat menyaksikan bertapa hebatnyan generasi syahadatain, yang berani menyatakan ‘tidak’ ketika semua orang bertekuk lutut dibawah penindasan,kezaliman jahiliyyah dan penyembahan kepada batu-bata dan kayu-kayan mati. Generasi yang dibesarkan Allah dengan syahadatain, menentang kezaliman dengan penuh keberanian berdasarkan tauhidullah dan memperlakukan dunia dengan santunan meneladani Rasulullah. Sebagai contoh, Bilal bin Rabah, sanggup diseksa demi mempertahankan imannya. Walau diseksa dengan teruk, tetapi bibirnya sentiasa menyebut “Ahad! Ahad! Ahad!”. Subhanallah, beginilah hasilnya bila mana seseorang itu beriman dengan penuh keyakinan dan kefahaman.
“ Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.”
( Surah Muhammad 47: ayat 19)
Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.
(surah Ali-imran 3: ayat 19)
Sa’id Hawwa pernah menyebut apa itu syahadatain dan bagaimana syahdatain itu adalah Al-Ushuul Ats-Tsalaatsah iaitu Allah, Ar-Rasul dan Al-Islam. Dengan memahami ketiga-tiga asas ini, seseorang muslim itu akan memiliki gambaran(tasawwur) yang jelas tentang agamanya sehingga dapat mengimplementasikan dalam kehidupan yang nyata.

p/s: sahabat-sahabat, tuntutan dari syahadah adalah menegakkannya dalam setiap induvidu muslim dan seterusnya pada segenap kehidupan kita. Justeru, kita perlu mengajak sahabat-sahabat kita yang lain supaya kembali mengenal Tuhan yang sebenar dan tidak menghambakan selainNya. Kita dah takdak masa dah, nak tunggu kita habis belajar, kita perlu siapkan diri dan dalam masa yang sama kita ajak kawan-kawan kita. Insyaallah, semoga kita terus diberi taufiq oleh Allah SWT. Ameen..



rujukan: Buku Syarah Rasmul Bayan Tarbiyah



27 June 2008



Seorang laki-laki bernama Bador datang ke sebuah salon untuk memotong rambut dan janggutnya. Ia pun memulai sedikit perbualan yang hangat dengan tukang cukur yang melayani nya. Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan, hingga akhirnya Tuhan jadi subjek perbualan.
Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi," ujar si tukang cukur. Mendengar ungkapan itu, Bador terkejut dan bertanya, Mengapa anda berkata demikian?"..

Mudah saja, cuba anda menjengok ke luar jendela itu dan sedarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar? Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan.Tuhan apa yang mengizinkan semua itu terjadi..." ungkapnya dengan nada yang tinggi.

Bador pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang tukang cukur. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak Lebih meluas lagi.

Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Bador pun berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia bertembung dengan seorang laki-laki berambut panjang dan janggutnya pun lebat.

Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatkan nya terlihat tidak kemas.





Bador kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata pada sang tukang cukur, "Tukang cukur itu tidak ada!"... Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Bador tersebut.

"Bagaimana mungkin mereka tidak ada, buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur," sanggahnya sang tukang cukur.

Bador kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjanggut lebat seperti contohnya lelaki di luar itu."

"Ah, anda merepek saja...Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana.
Yang terjadi pada lelaki itu adalah bahawa dia tidak mau datang ke salon saya untuk dicukur," jawabnya tenang sambil tersenyum.

"Tepat!" tegas Bador. "Itulah contoh nya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah kerana mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini...."
Friday, June 27, 2008 Ummu Umar


Seorang laki-laki bernama Bador datang ke sebuah salon untuk memotong rambut dan janggutnya. Ia pun memulai sedikit perbualan yang hangat dengan tukang cukur yang melayani nya. Berbagai macam topik pun akhirnya jadi pilihan, hingga akhirnya Tuhan jadi subjek perbualan.
Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada seperti yang anda katakan tadi," ujar si tukang cukur. Mendengar ungkapan itu, Bador terkejut dan bertanya, Mengapa anda berkata demikian?"..

Mudah saja, cuba anda menjengok ke luar jendela itu dan sedarlah bahwa Tuhan itu memang tidak ada. Tolong jelaskan pada saya, jika Tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit? mengapa banyak anak yang terlantar? Jika Tuhan itu ada, tentu tidak ada sakit dan penderitaan.Tuhan apa yang mengizinkan semua itu terjadi..." ungkapnya dengan nada yang tinggi.

Bador pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang tukang cukur. Namun, ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak Lebih meluas lagi.

Ketika sang tukang cukur selesai melakukan pekerjaannya, Bador pun berjalan keluar dari salon. Baru beberapa langkah, ia bertembung dengan seorang laki-laki berambut panjang dan janggutnya pun lebat.

Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatkan nya terlihat tidak kemas.





Bador kembali masuk ke dalam salon dan kemudian berkata pada sang tukang cukur, "Tukang cukur itu tidak ada!"... Sang tukang cukur pun terkejut dengan perkataan Bador tersebut.

"Bagaimana mungkin mereka tidak ada, buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang tukang cukur," sanggahnya sang tukang cukur.

Bador kembali berkata tegas, "Tidak, mereka tidak ada. kalau mereka ada, tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjanggut lebat seperti contohnya lelaki di luar itu."

"Ah, anda merepek saja...Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana.
Yang terjadi pada lelaki itu adalah bahawa dia tidak mau datang ke salon saya untuk dicukur," jawabnya tenang sambil tersenyum.

"Tepat!" tegas Bador. "Itulah contoh nya. Tuhan itu ada. Yang terjadi pada umat manusia itu adalah kerana mereka tidak mau datang mencari dan menemui-Nya. Itulah sebabnya mengapa begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini...."